Jendela bus dengan tatapan tajam seorang wanita. Disinarinya wajah kusut dengan beribu persoalan dunia. Suatu yang jauh tidak nyata disulam menjadi kenyataan dan menjelma keributan. Bukan tentang mereka, tetapi dengan kepala yang bertengkar dengan pikirannya sendiri.
Komentar
Posting Komentar