Aku kadang tidak bisa membedakan
Mana yang kenyataan dan mana yang
Sekedar khayalan.
Dan kamu datang, menjelma sebagai khayalan yang jadi kenyataan.
Munkin, dari dunia lain.
Jika seratus persen perasaanku hilang, munkinkan bisa kugunakan akalku satu persen?
Akankah logikaku mengalahkan hati-hati yang telah mati
Ataukah akalku akan mati sepertinya?
Munkinkah kau bisa menjawabnya.
Komentar
Posting Komentar