Rongsokan di kepala yang tak berhargaMenjelma kata-kata, membawa luka, cinta, dan bahtera makna.
Bercabang jadi ranting-ranting daun yang kapan saja ia kering, jatuh dan terlempar jauh ke samudra.
Ia bahkan mampu mengalirkan bibit-bibit tawa, tangis, dan rasa sesak di dada.
Di mata, jiwa dan sanubari rongsokan itu dibasuh.
Tak cukup itu, ia bahkan membersihkan jiwa-jiwa lain hanya untuk membiarkannya putih seperti sediakala.
Komentar
Posting Komentar